FeaturedKota JogjaMinat KhususNewsWisata Budaya dan Sejarah

Serat Menak Amir Hamzah Ditargetkan Selesai Alih Aksara 2021

Alih Aksara Serat Menak Amir Hamzah Selsai 2021

JOGJATRAVEL.ID – Yogyakarta – Keraton Yogyakarta tak pernah sepi dari kisah-kisah menarik, terutama kisah sejarah. Setelah ribuan manuskrip bersejarah milik Keraton Yogyakarta dibawa ke Inggris pada Peristiwa Geger Sepehi tahun 1812, tahun lalu British Library mengembalikan sebagian manuskrip tersebut setelah ratusan tahun tersimpan di Inggris. Salah satu manuskrip yang penting adalah Serat Menak Amir Hamzah.

Sejak dikembalikan oleh British Library tahun lalu, pihak keraton segera mengupayakan alih aksara manuskrip penting ini. Salah satunya dengan menggandeng akademisi dari UNY yakni Prof. Dr. Endang Nurhayati, M. Hum beserta timnya. Endang mengaku pengalih aksaraan manuskrip ini tidaklah mudah karena naskah ini menggunakan aksara pegon dan berbahasa Jawa kuno. Hingga saat ini, ia sudah berhasil mengalihaksarakan satu jilid Serat Menak Amir Hamzah dengan total 452 halaman. Serat ini ditulis dalam bentuk tembang mocopat yang terditi dari pupuh-pupuh. “Jilid satu baru ada 84 pupuh yang berisi tembang Asmorodono, Dandanggulo, Mijil, Pangkur, Durmo, dan Maskumambang,” ucapnya.

Padahal Endang memprediksi manuskrip ini akan menjadi lima jilid buku. Namun pihaknya optimis, seluruhnya bisa selesai dialih aksarakan pada 2021. Tidak hanya berupa alih aksara, pihaknya juga berharap naskah yang penting ini bisa dijadikan dalam bentuk lain agar lebih mudah dipahami generasi muda seperti prosa atau cerita bergambar. Sebab menurutnya, serat ini memiliki tema cerita yang beragam dan menarik.

Pengageng Kawedanan Hageng Panakawan (KHP) Kridha Mardawa, KPH Notonegoro juga menekankan pentingnya naskah ini. Menurutnya ketika merujuk kisah tentang Amir Hamzah, banyak orang berkiblat pada manuskrip Serat Menak karangan Yasadipura dari Kasunanan Surakarta. Dengan adanya proyek pengalihaksaraan Serat Menak Amir Hamzah ini, Notonegoro berharap bisa menjadi rujukan yang lebih lengkap. Apalagi karya Gusti Kanjeng Ratu Hageng, Permaisuri HB I ini merupakan manuskrip paling tebal yang pernah disimpan di British Library. (Tra)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Close