EventFeaturedKota JogjaMinat KhususNewsRekomendasi

Asal Usul ! Si cantik motif Batik Kawung dan Nitik

Ternyata Motif Kawung dan Nitik Berasal dari Luar Negeri

JOGJATRAVEL.ID – YOGYAKARTA- Anda tentu sudah sangat akrab dengan batik. Salah teknik melukis di atas kain khas Nusantara, khususnya di wilayah Pulau Jawa ini memang sudah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi oleh UNESCO sejak 2 Oktober 2009. Batik juga sudah umum digunakan oleh masyarakat, baik sebagai kain ataupun berupa busana. 

Batik memiliki beragam motif, bahkan tiap-tiap daerah punya motif khas masing-masing. Misalnya Jogja memiliki motif khas yakni kawung dan nitik. Motif kawung sangatlah istimewa karena merupakan salah satu motif larangan yang hanya boleh digunakan oleh Sultan dan keluarga Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, meski kini aturannya lebih luwes. Sedangkan motif nitik telah mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (KHI) berupa Indikasi Geografis DIY.

Meskipun merupakan motif khas Jogja, tahukah Anda jika kedua motif tersebut sebenarnya berasal dari luar negeri. Hal itu disampaikan oleh Dr. Sandra Sardjono dan Dr. Siti Maziyah, M.Hum pada hari pertama Simposium Intenasional Budaya Jawa “Budaya dan Peradaban di Keraton Yogyakarta”, Senin (9/3).

Asal Usul Batik Kawun dan Nitik (photo by tra) 2020
Asal Usul Batik Kawun dan Nitik (photo by tra) 2020

Dr. Sandra yang merupakan founder Tracing Pattern Foundation San Francisco dan Dr. Siti pengajar di FIB Undip menyatakan bahwa kedua motif tersebut terinspirasi dari motif koin dari China (untuk motif kawung) dan motif tenun Patola dari India (untuk motif nitik) dengan berbagai bukti yang ditemukan pada kain, guci, cermin, mangkuk, candi, dan benda-benda lain yang sezaman. Hal itu mungkin terjadi karena perdagangan antar negara pada zaman dahulu kala. Proses perdagangan tersebut memungkinkan adanya akulturasi budaya antar wilayah dan negara.

Meski terinspirasi dari luar negeri, Dr. Siti menyebut motif yang dikenal sekarang sudah di-Jawa-kan dalam artian sudah dimaknai dan dipahami dengan falsafah-falsafah khas Jawa. Sehingga otentisitas kedua motif tersebut terletak pada kandungan makna di dalamnya. Makin bangga kan memakai batik? (Tra)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Close