Kota JogjaKulinerMinat KhususNewsRekomendasiUncategorized

Wisata Kuliner ‘ Ayam Ingkung’ Yang Penuh Makna

Filosofi Kuliner Ayam Ingkung yang Perlu Anda Tahu

JOGJATRAVEL.ID -YOGYAKARTA- Wisata kuliner tentu saja tidak bisa dilepaskan kaitannya dari berlibur ke Yogyakarta. Berbagai kuliner yang khas dan unik dari Yogyakarta pasti akan menjadi hiasan dikenangan saat berlibur ke berbagai destinasi wisata di Yogyakarta. Banyak sekali macam kuliner yang menjadi khas daerah Yogyakarta. Mulai dari makanan yang bisa dijadikan sebagai penggugah selera makan, hingga makanan yang menjadi menu dessert.

Tidak hanya ituloh, meskipun banyak yang tidak memperhatikan akan tetapi kuliner tradisional Yogyakarta memiliki filosofi tersendiri. Dengan berbagai kisah yang tertuang perumpamaan dalam makanan tradisonal Yogyakarta. Salah satu makanan yang memiliki filosofi mendalam adalah Kuliner Ayam Ingkung.

Kuliner ayam ingkung tentu sudah sangat terkenal di Jogja. Hampir semua kabupaten memiliki warung ayam ingkung yang memiliki cita rasa yang khas. Namun tahukah Anda filosofi di balik masakan yang sudah ada sejak Kerajaan Mataram ini?

Pemilik Restoran Ingkung Kuali di Dusun Kalakijo, Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Bantul Sukardiono menjelaskan ayam ingkung sudah ada sejak zaman dahulu. Dimasak dengan bumbu rempah tradisional dan biasanya disajikan pada acara tirakatan, maulid nabi Muhammad SAW, kenduri serta hajatan.

Ayam Ingkung Yang Penuh Makna

Menurutnya ingkung (njerekungkung) diambil dari istilah Jawa tentang karakter ayam jago. Ayam jago memiliki ciri khas gagah berani, sok jagoan, suka mengawini banyak ayam betina kemudian meninggalkannya. Ayam ingkung diikat ketika dimasak melambangkan bahwa karakter atau nafsu yang dimiliki harus diikat/ ditundukan sehingga dapat “njerekungkung” mengkiaskan sujud kepada Sang Pencipta.

Nah jika datang ke Restoran Ingkung Kuali, Anda bisa langsung melihat proses pembuatannya. Di dapurnya seluas kurang lebih 100 meter persegi, Anda akan melihat tungku batu berlubang empat di salah satu sudutnya yang tak pernah padam. Di atasnya ada kuali yang selalu mengepulkan asap. Bumbu yang dihaluskan secara manual, dimasukkan ke dalamnya bersama ayam yang telah diikat. Untuk memasak satu ayam ingkung utuh biasanya diperlukan waktu hingga empat jam.

Selain bisa melihat proses pembuatannya secara langsung, daya tarik Restoran Ingkung Kuali ini adalah bumbunya yang turun temurun, tanpa menggunakan penyedap rasa, dan menggunakan ayam kampung liar sebagai bahan utamanya. Sukardiono menyebut hal itu dilakukan untuk mempertahankan cita rasa khasnya. Tak heran jika rumah makan berkonsep pedesaan dengan seluruh konstruksinya menggunakan bambu itu kerapkali menjadi buruan para wisatawan yang penasaran terhadap rasa khas ayam ingkung.

Semakin menarikan Kuliner Tradisional Ayam Ingkung ini ? Dengan berbagai pilihan kuliner di Jogja tentu Ayam Ingkung masuk kedalam criteria harus dicoba! Tunggu apalagi ? yuk mulai berburu kuliner dengan berbagai filosofi unik dan nilai kehidupan. Yang pasti hanya ada saat liburan di Yogyakarta .  (Tra)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Close