BantulFeaturedKulinerRekomendasiUncategorized

Kuliner Unik Mi ‘Buatan’ Sapi dari Bantul Berani Coba ?

Unik! Membuat Mi dengan Tenaga Sapi

JOGJATRAVEL.ID -BANTUL- Bantul memang tidak pernah berhenti memperlihatkan berbagai potensinya dalam berbagai bidang wisata. Salah satunya menjad wisata kuliner, dengan berbagai pilihan kuliner khasnya. Tidak hanya itu kuliner khas Bantul juga selalu memiliki nilain unik tersendiri. Yang menarik minat wisatawan dari berbagai kalangan.

Di Kecamatan Srandakan, Bantul ada mi unik yang dibuat dengan tenaga sapi. Namanya mi lethek, kuliner khas Bantul yang tersohor. Bahkan Presiden Amrika Serikat ke-44, Barack Obama mencicipi mi lethek saat berkunjung ke Joga tempo hari, lho. Penasaran?

Mi lethek memang hanya bisa Anda temukan di Bantul. Dibuat dari bahan dasar tepung tapioka dicampur tepung gaplek sehingga menghasilkan warna yang tak cerah, atau dalam bahasa Jawa disebut lethek. Warnanya memang berbeda dengan mi pada umumnya yang berwana kuning, mi letek berwarna putih ke hitam-hitaman dan agak pipih.

Uniknya produksi mi lethek ini masih mempertahankan cara tradisional yaitu menggunakan tenaga sapi sebagai pengaduk adonan. Sedangkan proses pembuatannya terdiri dari beberapa tahap. Pertama, gaplek atau ketela yang telah dikeringkan ditumbuk halus hingga menjadi tepung. Tepung gaplek selanjutnya direndam dalam air selama dua hari agar getahnya hilang.

Yuk baca gimana uniknya proses pembuatan mi lethek !

Setelah bersih dari getah, tepung gaplek dicampur dengan tepung tapioka. Proses ini biasa disebut disilindar. Yang menarik proses ini menggunakan tenaga sapi untuk memutar silindar yang terbuat dari batu dan alat serupa cobek dalam ukuran cukup besar. Sapi akan dihela memutar alat tersebut hingga beberapa putaran sampai kedua macam tepung tersebut tercampur dengan sempurna.

Tepung gaplek dan tepung tapioka yang telah menyatu lalu dikukus selama beberapa jam. Setelah matang, tepung dimasukkan lagi ke dalam cobek berukuran besar tersebut, ditambah tepung tapioka kering dan kembali disilindar agar adonan mengembang.

Setelah disilindar kedua kalinya, adonan bahan baku tersebut dimasukkan dalam mesin pres agar berbentuk seperti mi pada umumnya. Adonan lalu dikukus lagi sampai matang. Selanjutnya dimasukkan ke dalam air dingin dan dicetak berbentuk kotak pada papan yang terbuat dari anyaman bambu. Tahap terakhir adalah pengeringan dengan sinar matahari.

Jika matahari bersinar terik, hanya butuh waktu sekitar delapan jam sampai mi lethek menjadi kering dan siap untuk dikemas. Namun jika sedang mendung atau hujan, butuh waktu berhari-hari untuk mengeringkannya. Nah, Anda ingin mencoba? Datanglah ke Bantul untuk menikmati citarasa mi lethek yang khas ini. Anda juga bisa membeli mi lethek kering kemasan untuk dibawa pulang. Sudah banyak toko oleh-oleh yang menjualnya loh. (Tra)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Close