EventKota JogjaMinat KhususNewsRekomendasiTips & AdvicesUncategorized

Ajaibnya Candi Sampah di Binneale Jogja 2019 Penasaran ?

Candi Sampah Binneale Jogja Peduli Lingkungan a la Seniman

JOGJATRAVEL.ID-YOGYAKARTA- Seniman asal Gianyar, Made Bayak, menggunakan 2,5 ton sampah plastik untuk membangun candi di halaman Jogja National Museum Jl. Prof. DR. Ki Amri Yahya No.1, Pakuncen, Wirobrajan. Candi sampah tersebut merupakan salah satu karya yang dipamerkan dalam acara Binneale Jogja XV Equator #5 bertajuk Do We Live in the Same Playground?.

Karya berjudul Plastiliticium ini merupakan kritik atas banyaknya sampah plastik yang dihasilkan oleh manusia dan merusak lingkungan di sekitarnya. Selain Made Banyak, ada 51 seniman lainnya berpartisipasi pada acara dua tahunan yang berlangsung pada 20 Oktober hingga 30 November mendatang.

Event ini menjadi salah satu event yang ditunggu-tunggu, baik oleh warga Jogja dan juga wisatawan. Karena tidak hanya  menjadi pameran seni, Binneale Jogja 2019 juga dapat menjadi sebuah alternative edukasi. Berbagai karya seni, yang diangkat dari berbagai nilai kehidupan menjadikan kunjungan ke Jogja mendapat berbagai pengalaman berharga.

Tahun ini Binneale Jogja memang mengangkat isu persoalan pinggiran yang berlangsung di kawasan Asia Tenggara. Yakni gagasan tentang pinggiran yang tidak sekedar mengacu pada ide tentang tempat, namun lebih mengangkat tentang subyek atau komunitas yang hidup di dalamnya. Subyek yang tidak mendapat manfaat dari dan menderita karena struktur sosial ekonomi atau politik. Anda bisa melihat karya yang sangat beragam di sini. Mulai dari karya yang berbasis seni rupa, audio visual, hingga instalasi.

Binneale Jogja 2019 ( Photo By Tara )
Yuk cek dulu seniman dan karya seni apa saja sih yang ada disana ?

Di antaranya karya kolektif Pendulum (Yogyakarta) berjudul Rest in Fear 2, mengangkat tentang para pekerja yang acap kali tak mendapatkan tempat istirahat yang layak. Sebuah karya fotografi yang memotret para pekerja tengah “mencuri waktu” untuk sekadar merehatkan badan. Kebutuhan yang seakan malah menjadi sebuah ritual ketakutan.

Ada pula seniman Moelyono yang menampilkan karyanya berjudul Taman Marsinah. Sebuah karya yang pertama kali diinisiasi pada 1994, persembahan untuk buruh perempuan yang dibunuh pada periode tersebut yakni Marsinah. Dan puluhan karya menarik lainnya.

Binneale Jogja 2019 juga berbeda dengan tahun sebelumnya lho. Jika sebelumnya hanya diikuti satu negara, kali ini diikuti oleh 12 negara. Di antaranya Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Laos, Kamboja, Myanmar, Vietnam dan Filipina, ditambah Timor Leste, Hong Kong, dan Taiwan. Selain itu, lokasi pameran kini tersebar di sejumlah titik. Sebelumnya,

Biennale digelar hanya di satu titik yakni JNM. Kali ini, selain di JNM, pameran seni ini juga akan ditempatkan di Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Ketandan hingga PKKH UGM. Jadi jangan sampai terlewat acara menarik ini ya. Apalagi untuk melihat berbagai karya tersebut, Anda tidak perlu mambayar sepeser pun, alias gratis! (Tara)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Close