BantulKulinerRekomendasiTips & AdvicesUncategorized

Sate Klatak Dinner Romantis AADC 2, Penasaran ?

Sate Klatak Pak Bari Dinner Romantis a la Rangga dan Cinta

JOGJATRAVEL.ID – BANTUL- Siapa sih yang tidak meleleh melihat romantisme Cinta dan Rangga dalam film Ada Apa dengan Cinta (AADC) 2? Selain mengunjungi beberapa tempat wisata di Jogja dan Magelang, mereka bahkan sempat menikmati syahdunya suasana malam sambil menyantap sate klatak. Ingin merasakannya? Yuk datang ke Warung Sate Klatak Pak Bari di Pasar Wonokromo, Pleret, Bantul.

Wisatawan  yang sedang berlibur ke Jogja, mampir ke Sate Klatak Pak Bari untuk merasakan  Dinner romantis Rangga dan Cinta. Menikmati sate Klatak yang gurih, dengan suasana yang ramai pengunjung namun tetap terasa berdua. Tidak ada salahnya loh memasukan Sate Klatak pak Bari dalam destinasi Honeymoon. Sambil meniti jejak romantisme Rangga dan Cinta diberbagai wilayah Jogja dan sekitarnya.

Meski telah ada sejak 1945 dan kemudian diteruskan oleh Subari, pemilik yang sekarang pada 1992, namun warung ini semakin ramai usai menjadi lokasi shooting film AADC 2. Bahkan saat sedang demam AADC 2, beberapa penyedia paket tur di Jogja memasukkan Warung Sate Klatak Pak Bari sebagai salah satu destinasi wisata. Walhasil, warung sate klatak yang buka mulai pukul 18.30 WIB ini selalu dipenuhi pembeli.

Suasana ramai di warung sate klatak pak Bari (photo by Tara)
Apa saja sih menu  yang bisa menemani malam romantis kamu ?

Selain karena AADC 2, cita rasa sate klatak memang unik. Berbeda dengan jenis sate lainnya, sate jenis ini hanya menggunakan bumbu garam dan dibakar dengan jeruji roda sehingga daging kambing bisa matang sampai ke dalam. Keunikan inilah yang membuat para pembeli penasaran dan berbondong-bondong datang.

Seporsi sate klatak yang berisi dua tusuk disuguhkan dengan sepiring kuah gulai. Untuk satu porsi sate klatak lengkap, Anda hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp20.000. Selain sate klatak, ada pula beberapa menu lain yang bisa Anda pilih. Seperti sate goreng, tongseng, kicik atau tongseng dengan sedikit kuah, nasi goreng, nasi godog, dan menu-menu lainnya.

Meski banyak disinggahi wisatawan luar kota, artis, seniman, hingga pejabat warung ini tetap bersahaja. Tidak ada nuansa mewah ala warung sate ekslusif. Pasalnya warung sate yang terletak di tengah Pasar Jejeran ini mengambil tempat yang sama dengan lokasi berjualan pedagang kala pagi. Di antara lemari-lemari kayu pedagang dan remang lampu yang dipasang, Anda harus sabar menunggu pesanan datang. Bahkan Anda bisa duduk di kursi atau lesehan di los-los kapling Pasar Jejeran hingga berjam-jam jika pesanan sedang membludak. Jadi, pastikan datang lebih awal jika tidak ingin antri lama ya. (Tara)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Close