BantulEventMinat KhususRekomendasi

Berjumpa WS Rendra di Sastra Bulan Purnama

Jejak WS Rendra di Yogyakarta

JOGJATRAVEL.ID -BANTUL- Wisatawan pencinta Karya Sastra yang berkibur ke Yogyakarta pada bulan Oktober 2019 ini bisa dibilang sangat beruntung. Para travelers bisa sekalian menyaksikan acara rutin yang diselenggarakan Tembi Rumah Budaya Yogyakarta.

Bagi penggemar karya sastra tentu nama WS Rendra tidak asing lagi. Penyair asal Yogyakarta yang terkenal dengan julukan “Burung Merak” tersebut memang punya kiprah besar dalam dunia kesenian khususnya puisi.

Kali ini, Tembi Rumah Budaya Yogyakarta akan mengadakan acara rutin Sastra Bulan Purnama 97 bertajuk “Menapaki Jejak Rendra: Anak-anak Rendra Membaca Puisi Bapaknya”. Acara akan diadakan pada Rabu, 16 Oktober 2019. Pukul 19.30 WIB di Amphytheater Tembi Rumah Budaya, Jl. Parangtritis Km 8,5, Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta.

Tiga orang anak Renda yang tinggal di kota berbeda akan tampil membacakan puisi-puisi karya bapaknya. Ketiganya  adalah Theodorys Setya Nugroho (Tedy Rendra) yang tinggal di Bali, Clara Sinta yang tinggal di Jakarta, dan Rachel Saraswati yang tinggal di Jogja.

Selain ketiga anak Rendra, akan tampil pula Landung Simatupang, seorang aktor handal dari Jogja untuk membacakan puisi Rendra. Tak hanya baca puisi, puisi-puisi Rendra yang telah dijadikan lagu juga akan dinyanyikan oleh Untung Basuki dari Jogja serta Tatyana dan Umar Muslim dari Jakarta.

Karya WS Rendra dalam Sastra Bulan Purnama

Untung Basuki akan membawakan tiga lagu puisi Rendra yang sudah lama digarapnya dan seringkali dipentaskan di acara sastra. Yakni ‘Sebatang Lisong’, ‘Maju Perang’, dan ‘Mengolah Kesadaran’. Sedangkan Tatyana dan Umar Muslim akan membawakan lagu puisi berjudul ‘Serenda Hijau’, ‘Kangen’, ‘Burung Hitam’, ‘Ibunda (Engkau adalah Bumi), ‘Kali Hitam’, ‘Stanza’ serta ‘Kenangan dan Kesepian’.

Karya-karya puisi WS Renda memang tak lekang ditelan zaman dan dinikmati berbagai generasi. Bahkan hingga kini karyanya masih sering dibacakan oleh generasi milenial karena buku-buku puisinya sangat mudah ditemukan di toko buku.

Diharapkan dengan diadakannya acara rutin ini menjadi salah satu alasan agar tetap hidupnya karya Rendra diberbagai kalangan masyarakat, tanpa adanya batasan usia. Tidak hanya itu, menambah juga timeless karya Rendra, jika Travelers yang sedang berada di Jogja tapi tidak sempat untuk mampir ke Tembi Rumah Budaya, dan juga bagi pecinta seni yang sedang tidak berada di Jogjakarta, bisa juga langsung menuju ke laman streaming yang tersedia di Youtube dengan tajuk Sastrabulanpurnama.

Kali ini, Tembi Rumah Budaya Yogyakarta mengajak penikmat puisi Renda baik tua maupun muda untuk merayakan karyanya bersama dengan anak-anaknya. Sastra Bulan Purnama merupakan acara kesenian bulanan dengan berbagai tema yang menarik. Ini sebagai komitmen Tembi Rumah Budaya untuk memajukan kesenian, khususnya di bidang sastra, di Yogyakarta.  (Tara)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Close