NewsKulonprogo

Yogyakarta International Airport Jadi Wisata Dadakan

JOGJATRAVEL.ID – Kulonprogo – Kehadiran Yogyakarta International Airport (YIA) di Kecamatan Temon, Kulonprogo ternyata menarik perhatian masyarakat. Mereka bahkan menjadikan bandara yang baru beroperasi pada awal Mei itu sebagai obyek wisata dadakan.

“Wisatawan” ini tidak hanya dari kalangan muda, melainkan juga orang dewasa hingga lanjut usia. Bahkan ada yang memboyong keluarganya hanya untuk melihat kondisi bandara. Salah satunya Jumanto. Bersama kedua anaknya warga Kecamatan Temon ini mengaku datang ke YIA semata-mata untuk berwisata. “Cuman pengen liat-liat aja, soalnya kan penasaran dan kebetulan masih sepi,” ucapnya.

Hal serupa dilakoni Erwan. Warga Kecamatan Nanggulan yang datang bersama keempat kawannya itu mengaku berkunjung ke YIA untuk rekreasi. Di samping itu juga ingin unjuk eksistensi diri dengan foto berlatar bandara. “Saya lihat ada yang posting foto sosmed dengan latar bandara, kayaknya bagus, jadi saya mau coba ke sini,” ujarnya

Secara umum, mereka yang berkunjung ke YIA di luar penumpang pesawat dan petugas bandara, ingin mengambil gambar kemegahan bandara itu. Pengunjung bisa juga hanya sekadar jalan-jalan di halaman depan terminal. Jika capek bisa langsung mampir ke salah satu kedai kopi yang sudah beroperasi di sana.

Adapun fenomena YIA jadi wisata dadakan terjadi sejak beroperasi pada 5 Mei 2019. Pengoperasian ini sekaligus membuka akses bagi masyarakat umum yang ingin bertandang ke bandara itu.

Keberadaan “wisatawan” dadakan ini bukan menjadi persoalan. Dengan catatan tetap mematuhi aturan yang berlaku, seperti tidak memasuki ke dalam terminal dan area pembangunan.

Pelaksana Tugas Sementara (PTS) General Manager (GM) YIA, Agus Pandu Purnama, bahkan mempersilahkan masuk bagi masyarakat yang ingin menengok YIA lebih dekat.

“Tidak apa-apa kalau mau main ke sini, mereka saya beri akses untuk bisa eksplore bandara baru,” ucapnya.

Jadi, jika penasaran dan ingin melihat kemegahan YIA, kita hanya diminta membayar tiket parkir dengan nominal paling murah Rp3.000 rupiah untuk kendaraan roda dua. Jumlah yang dibayarkan nantinya tergantung lama tidaknya kita berada di lokasi bandara, karena menggunakan hitungan akumulasi waktu parkir tiap satu jam sekali. (ROD)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Close