DestinationsSleman

Candi Abang Yang Menjadi Bukit Hijau

Nikmati sunrise atau sunset dari Candi Abang

JOGJATRAVEL.ID – Sleman – Candi Abang merupakan candi yang unik di daearah Jogjakarta ini . Bagi traveler candi ini bisa menjadi pelengkap ketika liburan di  Yogyakarta disamping candi-candi yang lain, seperti Candi Barong, Candi Ijo, Candi Sojiwan, Candi Plaosan, Candi Sambisari dan lain sebagainya.

Lokasi Candi Abang berada di Dusun Blambangan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman. Untuk pengunjung yang ingin mengunjungi tempat itu, memang harus sedikit berjuang, karena jalanan tidak begitu lebar, dapat dilalui motor atau satu mobil dan sedikit menanjak. Setelah sampai lokasi parkir, pengunjung juga perlu berjalan kurang lebih 300 meter untuk menuju lokasi.

Untuk mengunjungi Candi Abang ini, wisatawan tidak perlu membayar tiket untuk menikmati suasana Jogja dari ketinggian. Wisatawan hanya perlu membayar parkir yang dikelola warga sekitar. Di Candi ini pengunjung juga bisa melihat pemandangan dari ketinggian menikmati sunset atau sunrise, jika cuaca sedang baik pengunjung dapat melihat Gunung Merapi.

Penamaan Candi Abang oleh masyarakat sekitar karena, candi tersebut menggunakan bahan bangunan dari batu merah atau abang dalam bahasa Jawa. Penempatan candi yang berada di atas bukit ada hubungannya dengan kepercayaan masyarakat waktu itu. Bahwa tempat yang tinggi merupakan tempat yang suci.

Kondisi Cabang Abang saat ini menjadi sebuah bukit yang ditumbuhi rerumputan dengan ketinggian 6 meter dengan diameter 40 meter. Pembeda dengan candi lainnya candi ini dari batu bata, dimana candi pada umumnya terbuat dari batu andesit. Di sisi selatan Candi Abang terdapat batu andesit berbentuk Padma persegi delapan.

Menurut Badan Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta, dari laporan ROD (Raport OudheidkundigeDients) tahun 1915, disebutkan bahwa di tempat ini pernah ditemukan sebuah lingga dan arca Budha. Lingga adalah lambing dewa Siwa, dewa tertinggi dalam agama Hindu.

Di situs Candi Abang, juga pernah ditemukan prasasti pendek pada tahun 1932. Menurut Dr. Rita Margaretha (epigraf), prasasti tersebut berisi pertanggalan dengan angka tahun 794 Saka atau 872 Masehi. Namun pertanggalan tersebut belum bisa dipakai sebagai pertanggalan tahun pendirian Candi Abang.

Data arkeologis lain diperoleh dari hasil testpit (ekskavasi), yaitu ditemukannya sisa-sisa struktur bangunan candi yang dibuat dari bahan batu bata. Terungkap bahwa candi Abang terdiri dari satu bangunan dengan satu halaman yang diperkirakan berukuran panjang 65 meter dan lebar 64 meter. Namun hasil penelitian itu belum bisa mengungkap banyak tentang Candi Abang, sehingga perlu penelitian lebih. (Oke)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Close