KulinerNews

Hanya di Bulan Ramadhan Kita Temukan Pasar Sore Kauman

Berburu Takjil di Pasar Sore Kauman Jogjakarta

JOGJATRAVEL.ID, Jogjakarta – Sore hari selama bulan ramadan menjadi waktu yang tepat untuk berburu takjil atau santapan ringan untuk berbuka. Salah satunya di Pasar Sore Kauman Jogjakarta.

Pasar ini hanya ada saat bulan Ramadan atau waktu puasa saja. Lokasinya berada di sekitar Masjid Gedhe Kauman yang verada di sekitar alun-alun utara Kota Jogjakarta tepatnya di sisi barat laut dari masjid. Lokasinya diantara gang sempit pemukiman warga.

Meski berada di sepanjang gang pemukiman warga, rupanya Pasar Sore Kauman memiliki keistimewaan tersendiri.

Kehadiran pasar ini tergolong tua. Sudah puluhan tahun beraktivitas setiap Ramadan tiba.

“Kira-kira sudah 20 tahun lebih Pasar Sore Kauman ini eksis,” kata Iban Badawi, Penanggung Jawab Pasar Sore Kauman yang juga Ketua RW sekitar.

Iban mengatakan awal mula adanya Pasar Sore Kauman hanyalah dari tiga warga yang menjual makanan dan jajanan pasar untuk berbuka puasa saat ramadan. Namun seiring berjalannya waktu, warga lainnya pun tertarik untuk ikut menjajakan makanan di sana. Hingga akhirnya muncul di sepanjang gang tersebut.

Iban membeberkan, lokasinya pun tidak berubah sampai hari ini. Persisnya berada di Gang Pasar Tiban, Kampung Kauman, Kecamatan Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta.

Pasar ini tidak jauh dari destinasi populer Titik Nol Kilometer dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki ke arah barat.

Pasar Sore Kauman juga menyajikan makanan yang cenderung lebih bervariasi, mulai dari sekedar jajanan pasar tradisional dan modern, hingga lauk-pauk untuk makan berat. Namun ada satu jenis penganan legendaris yang hanya bisa ditemukan di pasar tersebut.

“Namanya Kicak, adanya ya cuma pas bulan puasa seperti ini,” katanya.

Kicak adalah jajanan tradisional yang terbuat dari ketan ditambah singkong parut, kemudian diberi kelapa parut, daun pandan, hingga potongan nangka.

Teksturnya lentur dan berwarna putih. Rasanya pun legit. Belum lagi aroma nangka yang khas merebak dari Kicak. Keberadaan Kicak di Pasar Sore Kauman bahkan lebih tua dari pasar itu sendiri.

“Kicak sudah ada sejak saya masih duduk di bangku SD,” kata Iban yang saat ini sudah berusia lebih dari 60 tahun.

Tidak melulu Kicak, di Pasar Sore Kauman pengunjung bisa menemukan puluhan jajanan tradisional yang saat ini sudah langka dan sulit ditemukan. Bahkan nama-namanya pun terdengar asing.

Misalnya saja seperti Carang Gesing, Bubur Saren, Mentho, dan masih banyak lagi makanan tradisional lainnya.(oho).

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Close