NewsKulonprogo

Harga Tiket Pesawat Mahal, Rini Soemarno minta Revisi Harga

Menteri BUMN Minta Kemenhub Perhatikan Struktur Harga

JOGJATRAVEL.ID – Kulonprogo – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meminta kepada Kementrian Perhubungan agar benar-benar menghitung struktur harga tiket masing-masing maskapai. Pesan tersebut ia sampaikan menanggapi rencana Kementrian Perhubungan yang akan merevisi tarif batas atas tiket pesawat yang saat ini dinilai masih mahal.

Menurut Rini, batas atas harga tiket pesawat yang kini dinilai masih mahal memang akan berdampak terhadap maskapai penerbangan milik Pemerintah yaitu Garuda Indonesia ataupun Citilink. Dalam rapat yang digelar beberapa hari yang lalu, pihaknya telah meminta kepada Kementrian Perhubungan benar-benar memperhatikan cost structure dari pelaku penerbangan.

“Kita memang tekankan agar mereka memperhatikan struktur harga dari pelaku penerbangan,”tuturnya

Hanya saja, pihaknya tidak mengusulkan berapa batas atas yang seharusnya ditetapkan oleh Kementrian Perhubungan dalam rangka merevisi angka yang sebelumnya sudah lama berlaku. Pihaknya tentu akan tetap melaksanakan aturan batas atas ataupun batas atas yang ditetapkan.

“Selama ini kita juga ikuti Batasan-batasan tersebut,”tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I, Devy W Suradji menyebutkan Mahalnya tiket pesawat serta sudah mulai beroperasinya jalan tol yang menghubungkan berbagai daerah mengakibatkan jumlah penumpang pesawat terbang mengalami penurunan. Tak hanya itu, banyaknya bencana yang terjadi juga mengakibatkan animo masyarakat menggunakan pesawat terbang juga menurun.

Devy mengungkapkan, berdasarkan catatan di 13 bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I, pihaknya melihat terjadi penurunan jumlah penumpang sebanyak 3,5 juta orang pada triwulan I tahun ini. Selama tahun 2018 lalu, setidaknya ada 95 juta orang yang menggunakan jasa penerbangan baik yang datang maupun pergi.

“Itu yang menggunakan pesawat lho. Bukan yang berkunjung ke bandara saja,”tuturnya.

Baca Juga :  Serah Jabatan GM Platinum Adisucipto Hotel & Conference Center Yogyakarta

Menurutnya, penyumbang terbesar penumpang pesawat terbang sebenarnya bukan wisatawan, melainkan para penglajo. Yaitu orang yang bekerja ke luar kota dan biasanya akan kembali ke daerah asalnya setiap akhir pekan ataupun setiap awal bulan.

Dengan tingginya harga tiket pesawat terbang yang terjadi saat ini, maka orang yang tiap akhir pekan pulang kampung akan berpikir dua kali untuk melakukannya. Karena sudah dipastikan pengeluaran mereka untuk membeli tiket pesawat terbang akan meningkat beberapa kali lipat.

Berapa banyak keluarga Yogyakarta yang bekerja di Jakarta ataupun Surabaya. Kebayangkan kalau weekend seperti apa,”tambahnya.

Ia juga mengakui jika pembangunan jalan tol juga berdampak terhadap jumlah penumpang pesawat. Sebab ada masyarakat yang memilih menggunakan perjalanan darat karena aksesnya sekarang lebih mudah dan kondisi jalannya cukup bagus.

Di samping itu, banyaknya bencana yang terjadi di beberapa daerah juga mengakibatkan jumlah penumpang pesawat mengalami penurunan. Kerusakan infrastruktur yang terjadi akibat bencana juga berpengaruh terhadap animo masyarakat untuk bepergian. (Ing)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Close