GunungkidulNews

Gunungkidul Tourism Festival Angkat Potensi Pariwisata

Wujudkan Gunungkidul sebagai destinasi global lewat musik Jazz

JOGJATRAVEL.ID, GUNUNGKIDUL – Kabupaten Gunungkidul tampaknya tengah serius mengangkat potensi wisatanya menjadi destinasi tingkat dunia.

Keseriusan ini terlihat dari acara Gunungkidul Tourism Festival (GTF) 2019 yang diselenggarakan di Kawasan Gunung Sewu, Embung Nglanggeran, Gunungkidul pada Sabtu, 27 April 2019.

Gunungkidul Tourism Festival dilaksanakan seharian penuh. GTF 2019 mengadakan sejumlah festival sekaligus. Diantaranya Festival Bakmi Gunungkidul, Festival Kuliner Tradisional, Festival Kerajinan dan UMKM hingga Festival Coklat.

Yang tak kalah penting, GTF 2019 ini juga menyajikan festival musik yang menjadi ikon musik global yakni Festival Musik Jazz di penghujung acara.

Festival jazz yang dibalut dalam Gunung Sewu Jazz Festival ini menghadirkan deretan musisi jazz lokal.

Dilaksanakan perdana di Amphitheater Gunung Sewu, deretan penyanyi muda seperti Dewi Kisworo, grup Etawa Jazz, Anteng Kitiran, Nadine Andriana hingga Komunitas Jazz Mben Senen berlomba-lomba menyajikan musik jazz dan menyalurkan kemeriahan malam itu kepada penonton.

Dipilihnya musik jazz sebagai pamungkas festival menjadi langkah pemerintah dalam hal ini Dinas Pariwisata Gunungkidul mengangkat pariwisata Nglanggeran menjadi destinasi global.

Festival musik jazz dipilih juga tak lepas dari genre ini merupakan genre musik yang populer dikalangan wisatawan dunia.

Asti Wijayanti, Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul mengatakan GTF 2019 menjadi upaya mendongkrak pariwisata di Gunungkidul menjadi destinasi tingkat dunia.

“Sudah saatnya pariwisata Gunungkidul dikenal dunia,” sebutnya.

Gunungkidul memang menyimpan banyak destinasi menarik. Mulai dari alam yang terbentang dari laut, gunung hingga gua, destinasi kuliner dengan bakminya, serta destinasi sejarah dan budaya terletak di bumi Handayani ini.

Destinasi itulah yang tengah didorong agar menjadi destinasi yang layak diperhitungan dikelas dunia.

Kendati ini menjadi titik awal, Asti berharap, event semacam ini bisa menjadi agenda rutin tahunan yang menjadi agenda yang ditunggu-tunggu oleh wisatawan baik domestik maupun internasional.

“Semoga kedepan bisa lebih baik secara kualitas maupun kuantitasnya,” harapnya.

Badingah, Bupati Gunungkidul menyampaikan untuk mewujudkan visi Gunungkidul sebagai Kabupaten yang terkemuka dan berbudaya membutuhkan effort dan kerjasama berbagai stakeholder.

Badingah berharap event semacam ini tak hanya menjadi seremoni saja namun benar-benar mampu mengangkat perekonomian masyarakat serta mengenalkan potensi yang ada di Gunungkidul ke tingkat dunia.

“Kesuksesan tujuan ini perlu untuk terus dikembangkan melalui tiga cara yakni branding, promosi dan marketing yang gencar dan intensif oleh berbagai pihak sehingga visi kita menjadikan Gunungkidul yang terkemuka dan berbudaya bisa terwujud,” sahutnya.(Oho)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Close