FeaturedWisata Budaya dan Sejarah
Trending

Tarian Panen Raya untuk Dewi Sri

Angkat Budaya Lokal untuk Pariwisata Yogyakarta

jogjatravel.id – Yogyakarta – Tari Panen Raya Dewi Sri mengangkat budaya dan pariwisata Yogyakarta. Kehidupan budaya masyarakat Jawa khususnya Yogyakarta, penuh dengan filosi kehidupan yang adi luhung. Hal ini menjadi sangat menarik bila ditampilkan dalam sebuah tarian bercerita.

Cerita legenda tentang Dewi Sri sebagai dewi kesuburan untuk tanah pertanian, cukup melekat khususnya di masyarakat petani yang menggarap lahan sawah di Yogyakarta. Meskipun cerita Dewi Sri yang ada di Yogyakarta bisa berbeda dengan daerah lain di luar Jogjakarta.

Dikisahkan, konon jaman dahulu kala, di lereng Gunung Merapi Yogyakarta, masyarakat hidup dengan makmur. Hasil pertanianpun melimpah ruah. Buah- buahan, sayuran, tidak pernah kurang setiap saat.

Penduduk di daerah tersebut sangat bersemangat untuk bercocok tanam. Hasilnya dijual ke daerah lain di sekitar Gunung Merapi, bahkan di luar Jogjakarta.

Lahan yang sangat subur dan hawa segar yang ada di lereng Gunung Merapi, menambah kehidupan masyarakat menjadi semakin tentram, damai, dan bahagia.

Kedamaian dan kemakmuranpun terusik, ketika tiba tiba terjadi malapetaka. Hama padi tiba tiba menyerang sawah mereka. Alhasil, gagal panen terjadi bertahun tahun.

Kehidupan yang dulunya penuh dengan suka cita, menjadi duka dan nestapa. Pasokan gabah hasil panen yang dulunya mellimpah, sekarang sudah tiada.

Dalam keputusasaan, masyarakat lereng Gunung Merapi memanjatkan doa bersama sama.Dari yang kecil, yang muda, yang tua, wanita dan pria, semua secara terus menerus melakukan puja dan puji kepada sang pencipta.

Konon diceritakan, ketika doa doa telah banyak dilantunkan dengan terus menerus, maka datanglah Dewi Sri yang akan menolong membasmi hama padi di sawah.

Atas bantuan dari Dewi Sri, tanah sawah merekapun kembali subur. Dan hasil padi kembali melimpah ruah sehingga masyarakat kembali makmur.

Penduduk lereng Gunung Merapipun bersuka cita, dan bersyukur kepada Tuhan. Untuk itu mereka menari nari dan bernyanyi bersama sama.

Tarian Panen Raya untuk Dewi Sri ini, ditampilkan secara apik oleh karyawan The Waroeng Raminten Kaliurang, yang berlokasi di Jalan Kaliurang km. 15,5 Yogyakarta.

Pementasan Tarian Panen Raya di The Waroeng Raminten Kaliurang Yogyakarta

“Untuk menikmati tarian Panen Raya ini, pengunjung tidak dikenakan biaya apapun. Gratis. Cukup makan atau minum di The Warung Raminten Kaliurang, sajian tarian ini bisa dinikmati bersama keluarga” ungkap Heru Purwanto kepada jogjatravel.id

Untuk jadwal pentas tarian Panen Raya ini , pada setiap hari Jumat dan Sabtu pukul 19.00 dan 21.00. Sementara pada setiap hari Minggu malam di minggu terakhir setiap bulannya, pukul 19.00, dipentaskan tarian Rara Jongrang, the Legend of Prambanan Temple.

Heru Purwanto menambahkan, bahwa pentas tari di The Waroeng Raminten Kaliurang bertujuan untuk melestarikan budaya Jawa dan menjadikannya wisata malam hari bagi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.

jogjatravel.id

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Close