FeaturedSlemanWisata Budaya dan Sejarah

Kisah Cinta Rara Jonggrang di The Warung Raminten Kaliurang

Wisata Malam Hari di Jogjakarta

jogjatravel.id – Jogjakarta – Memang sudah dikenal bahwa Yogyakarta sebagai kota budaya dan pariwisata. Banyak ragam dan atraksi budaya yang tumbuh subur di kota gudeg Jogjakarta ini. Termasuk di dalamnya ragam tarian, dari tarian klasik Yogyakarta, tarian modern ataupun kontemporer.

Hamzah Batik  dan Raminten Group ikut andil untuk melestarikan budaya Jawa ini, khususnya Yogyakarta.  Disamping itu tentunya untuk ikut memasarkan potensi pariwisata di Yogyakarta. Sehingga tarian yang disajikan bisa untuk konsumen wisatawan ketika mereka berada di Jogjakarta.

Adalah tarian berjudul Rara Jonggrang, the Story of Prambanan Temple, disajikan di The Warung Raminten Kaliurang, Jalan Kaliurang Km 15,5 Yogyakarta pada Minggu Malam di setiap bulan minggu terakhir, pukul 19.00. Sementara setiap pekannya Hari Jumat dan Sabtu malam pukul 19.00 dan 21.00 digelar Tarian Panen Raya dan Tarian Bersih Desa.

Tarian yang bersifat legenda, kisah asmara antara Bandung Bandawasa dengan Rara Jonggrang ini disajikan oleh kelompok Kethoprak Moendhi  Dharma yang beranggotakan karyawan dari  Group Warung Raminten.

“Kami ingin mengangkat budaya Jawa sekaligus melestarikan budaya Jawa khususnya budaya yang ada di Jogjakarta” kata Heru Purwanto.

Untuk menikmati tarian tersebut, ternyata pengunjung warung tidak dipungut biaya alias gratis.

“Untuk bisa menikmati tarian ini, kami berikan secara gratis atau tidak dipungut biaya bagi pelanggan The Warung Raminten Kaliurang . Yang penting mereka makan disini, dan mereka pun  bisa menikmati tarian tersebut secara gratis,” lanjutnya kepada jogjatravel.id

Tarian Rara Jongrang, the story of Prambanan Temple ini bercerita  tentang legenda awal mula berdirinya Candi Prambanan.  Dalam cerita tersebut dikisahkan bahwa Bandung Bandawasa putra Kerajaan Pengging dengan kesaktiannya menuntaskan angkara Prabu Boko ayahnda Rara Jonggrang. Namun Bandung Bandawasa luluh oleh kecantikan Putri Prambanan tersebut.

Baca Juga :  Turi-Turi Coffe Sensasi Ngopi Cantik di Alam

Ketika Bandung Bandawasa ingin melamar Rara Jonggrang, keinginan tersebut ditolak halus oleh sang putri dengan memberikan syarat yang sangat berat. Dikisahkan Bandung Bandawasa harus bisa membuat seribu candi dalam waktu satu malam.

Akan tetapi dengan kesaktiannya, Bandung Bandawasa menyanggupinya. Pembuatan seribu candipun dimulai sejak terbenamnya matahari. Dan ketika pembuatan seribu candi hampir selesai sebelum matahari terbit, hati Rara Jonggrangpun menjadi gundah.

Untuk menggagalkan pembuatan candi tersebut maka  Rara Jonggrang  kemudian memerintahkan para abdi untuk membakar jerami dan mengeluarkan ayam ayam dari kandangnya. Sehingga terjadilah keributan dan ayam ayam tersebut berkokok seolah olah sudah pagi.

Merasa dikhianati oleh Rara Jonggrang, Bandung Bandawasapun marah, sehinnga dia mengutuk Rara Jonggrang menjadi sebuah arca/ patung untuk penghias candi tersebut.

Suguhan tarian ini tentunya menjadi salah satu alternatif wisata malam hari bagi wisatawan yang sedang berlibur di Yogyakarta.

Tari Rara Jonggrang, the Story of Prambanan Temple di Warung Raminten Jogjakarta (foto; pengelola)

The Warung Raminten Kaliurang sangat mudah dijangkau. Dari kota Jogjakarta hanya berjarak sekitar 20 km dan akses ke Warung Raminten ini sangat mudah. Karena lokasinya terletak di arah ke Kaliurang, salah satu destinasi favourite di Jogjakarta.

 

jogjatravel.id

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Close