DestinationsFeaturedGunungkidulWisata Alam

Trekking di Hutan Adat Wonosadi Jogjakarta

Hutan Wonosadi Berbalut Legenda

jogjatravel.id – Jogjakarta- Berwisata di Jogjakarta memang banyak ragamnya. Mulai dari kuliner, belanja, sejarah, alam, candi Borobudur, Candi Prambanan dan tentu jalan Malioboro.  Serasa tiada habisnya kalau berwisata di Jogjakarta.

Baca Juga :  Sensasi Kuliner Jogja; Buntut Bakar Bledex

Bila Anda suka alam, Jogjakarta memiliki hutan yang cukup luas dimana kita bisa soft trekking  atau hanya sekedar berjalan-jalan menikmati  rimbunnya pepohonan.

Adalah Hutan Adat Wonosadi, itu biasa orang menyebutnya, terletak di Desa Beji, Kecamatan Ngawen, Gunungkidul, Yogyakarta atau sekitar 45 km dari kota Jogjakarta, atau memerlukan waktu dari Jogjkarta sekitar 1.5 jam berkendaraan, adalah merupakan hutan lindung yang cukup luas, sekitar 25 ha dengan beraneka ragam pepohonan.

Baca Juga :  Ada Pekan Budaya India Di Yogyakarta

Hutan Adat Wonosadi ini termasuk hutan yang oleh masyarakat tersebut dikeramatkan karena menurut legenda seorang tokoh kerajaan Majapahit bernama ki Onggoloco yang mewasiatkan bahwa  hutan tersebut adalah milik anak cucu dan tidak boleh dirusak. Apabila ada yang mencoba  merusaknya maka akan mendapat hal hal yang tidak baik dalam hidupnya. Itulah mitos yang berkembang di desa Beji tersebut.

Baca Juga :  Maskapai Besar Dunia Incar Penerbangan Langsung Ke Yogyakarta

Di jaman sekarang Hutan Adat Wonosadi dimanfaatkan untuk tempat wisata yang dikelola oleh masyarakat setempat.

Menurut Slamet, salah satu Jagawana yang bertugas, mengatakan bahwa di hutan adat tersebut terdapat banyak sekali jenis pepohonan, bahkan konon ada pohon yang mencapai umur ratusan tahun dan memiliki lingkar lebih dari 7 m.

Lepas dari legenda yang ada, hutan ini merupakan tempat yang asri untuk dikunjungi di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Perjalan dari Jogjakarta menuju desar beji inipun meiliki pemandangan pengunungan dan hamparan sawah yang menakjubkan.

Sesampai di desa tersebut, mata kita akan dimanjakan oleh sawah di kanan kiri kita dan pepohonan yang rindang. Sementara batuan ukuran besar yang dimungkinkan memiliki hubungan dengan bebatuan yang ada di Nglanggeran, menambah kekhasan desa ini.

Sesampai di pintu masuk hutan adat wonosadi, kita harus menaikki tangga yang sayangnya sekarang sudah dibuat dengan menggunakan semen. Meskipun tentunya akan mempermudah yang akan trekking ke dalam hutan, akan tetapi mengurangi rasa alamnya.

Namun demikian, tetap saja, ketika kita masuk di hutan, bau khas kayu, daun, serta suara burung menandakan bawa kita sudah berada di hutan.

“Disini banyak satwa burung, sehingga suasana menjadi lebih tentram dirasakan”, ujar Slamet kepada jogjatravel.id

Tempat Istirahat di Hutan Adat Wonosadi Gunung Kidul Jogjakarta

Bila Anda lelah, sambil menikmati suasana hutan, terdapat tempat untuk beristirahat sambil ditiup angin dari hutan.

Nah, bila Anda penggemar trekking atau alam, ketika berada di Yogyakarta,  hutan Adat Wonosadi ini bisa menjadi alternatif untuk dikunjungi.

Baca Juga :  Pemkot Yogyakarta Cabut Moratorium Pendirian Hotel

jogjatravel.id

 

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Close