FeaturedKuliner

Cokelat Tempe Pawiro, Bahan Lokal Rasa Global

Oleh oleh ketika berwisata di Jogjakarta

Jogjatravel.id – Ketika Anda berwisata ke Jogjakarta, oleh oleh dari Jogjakarta yang satu ini wajib dicoba. Memang banyak kuliner di kota pariwisata Jogjakarta ini, tapi yang satu ini bisa menjadi memori ketika berwisata di kota gudeg Jogjakarta ini.


Selama ini cokelat berteman akrab dengan kacang. Kacang mete, almond, atau tanah. Di Jogjakarta ada cokelat dipadukan dengan tempe? Jangan mengernyitkan dari dahi dulu, gigitan pertama dijamin bikin ketagihan.


Sensasi unik terasa di gigitan pertama. Cokelat tempe seperti meninggalkan sisa dan suara krenyes-krenyes ketika dikunyah. Itu suara dari tempe yang dicincang, digoreng kering, lalu dicampurkan ke dalam adonan cokelat.


Remah-remahnya beraroma kedelai dan rasanya pun seperti makan tempe, tetapi ternyata cokelat dan tempe tidak bertolak belakang. Perpaduannya saling melengkapi, memperkaya kuliner di Jogjakarta.

Cokelat yang dicampur tempe itu berlabel Cokelat Tempe Pawiro. Inovasi cokelat ini lahir dari tangan dingin ibu kreatif dari Jogjakarta yakni Dyah Sunanik yang memiliki keinginan selalu menyajikan menu sehat bagi anak-anaknya.

Cokelat Tempe Pawiro Jogjakarta

Cokelat Tempe Pawiro dikemas dalam ukuran 11 gram. Konsumen bisa memberi eceran seharga Rp 1.500 atau dalam stoples. Stoples berisi 24 buah cokelat tempe dibanderol Rp 35.000 dan 100 buah seharga Rp 135.000.

Cokelat yang diproduksi secara manual dan sudah mengantongi izin PIRT ini tidak memakai bahan pengawet dan bisa bertahan sampai 10 bulan.


Cokelat tempe dijual eceran Rp 1.500 per buah. Namun, konsumen juga bisa membeli dalam kemasan stoples berisi 24 buah seharga Rp 35.000 dan 100 buah seharga Rp 135.000. Cokelat Pawiro bisa bertahan sampai 10 bulan tanpa bahan pengawet.


Cokelat ini bisa dibeli via online, sejumlah kafe dan supermarket, atau datang langsung ke rumah produksi yang berlokasi di RT 44 Labasan Pakembinangun Sleman Jogjakarta (Primatel foto kopi). Rumah produksi tidak sulit dicari sebab jaraknya hanya sekitar 200 meter Pasar Pakem sebelum Kaliurang Jogjakarta, ke arah barat.


Selain bertujuan menyediakan jajanan sehat untuk anak-anaknya, Dyah sengaja mengembangkan cokelat tempe karena merasa prihatin dengan keberadaan cokelat yang kerap diindentikkan dengan negara barat.

Padahal, Indonesia merupakan penghasil cokelat terbesar ketiga di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana. Sekitar 400.000 ton cokelat dihasilkan negara ini setiap tahun.


“Lewat cokelat yang dikombinasikan dengan tempe semakin memperkuat citra cokelat yang asli Indonesia dan bisa dikombinasikan dengan tempe yang juga sudah dikenal sebagai makanan khas dari negara kita,” tutur Dyah.


Semoga cokelat temple ini bisa menjadi salah satu oleh oleh Anda ketika berwisata ke Jogjakarta (Gwen) 

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Close