DestinationsFeaturedNewsUncategorizedWisata Budaya dan Sejarah

Pemerintah DIY Berniat Hidupkan Kembali Sumbu Filosofi

Sumbu Filosofi Budaya Jogjakarta

Sumbu filosfi yang merupakan bagian budaya masyakat Jogjakarta akan dihidupkan kembali. Pemerintah DIY tengah mengkaji akan melakukan revitalisasi Plengkung Gading hingga Panggung Krapayak usai melakukan revitalisasi kawasan Malioboro. Revitalisasi tersebut sebagai bagian menghidupkan kembali sumbu filosofis DIY sebagai warisan dunia.

Seperti diketahui, berdasarkan sejarah yang berkembang serta simbol budaya yang ada dan masih eksis sampai saat ini, kawasan Tugu  hingga Malioboro adalah bagian dari sumbu filosofi. Selain itu juga sesuai dengan pernyataan filosofis dari Sultan Agung tentang konsep ‘Sangkan Paraning Dumadi’.

“Sangkan ini dimulai dari Krapyak dan Paraning Dumadi itu ada di Tugu hingga Keraton. Pemerintah DIY akan mencoba mengembalikan filosifi tersebut,”tutur Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo.

Kini, pemerintah DIY tengah melakukan kajian terkait dengan rencana tersebut. Kajian tersebut meliputi konsep dan juga revitalisasi kawasan. Pihaknya berupaya keras menggali sisi sejarah termasuk bagaimana penamaan kampung-kampung yang berada di sekitar kawasan ini.

Karena masih tahap pengkajian dan juga mengumpulkan informasi sejarah, maka ia mengakui jika revitalisasi tersebut belum pasti kapan akan dilaksanakan. Terlebih nanti sesuai dengan arahan Gubernur DIY, revitalisasi tersebut tidak sekedar bangunan fisik tetapi juga dari sisi nilai budaya.

“Ciri khas Ngayogyakarto Hadiningrat akan semakin terlihat,”tambahnya.

Kini, perlahan-lahan pihaknya juga akan mengembalikan atmosfir sumbu filosofi tersebut. Pihaknya akan berupaya mengembalikannya dengan vegetasi yang memiliki arti khusus untuk mendukungnya. Rencananya, pohon yang akan ditanam adalah pohon Gayam dan Pohon Asem.

Pohon Gayam dipilih karena memiliki makna Ayom alias mengayomi seluruh rakyat Yogyakarta. Sementara pohon Asem juga dibidik karena memiliki makna sengsem alias senyum atau menyimbolkan kebahagiaan dan keramahan warga DIY terhadap siapa saja.

Baca Juga :  Turi-Turi Coffe Sensasi Ngopi Cantik di Alam

“Makna jika pohon ini tumbuh di kawasan sumbu filosofis akan menjadi rasa terayomi dan senang,”terangnya.

Dari sisi budaya, revitalisasi nanti juga akan dilakukan. Artinya dari sisi pengerjaan tersebut juga ada perubahan dan pendidikan perilaku masyarakat sekitar. Di antaranya adalah kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya atau tidak merokok di sembarang tempat. (Ing)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Close