DestinationsKulonprogo

Menikmati Belaian Senja di Hutan Mangrove Pasir Kadilangu Kulonprogo

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memang terkenal dengan budayanya. Selain kemegahan budayanya yang adiluhung, DIY juga menyimpan sejuta keindahan alam yang tersebar hampir di setiap Kabupaten/Kota yang ada di wilayah ini. Potensi terpendam keindahan alam ini mulai bermunculan melalui tangan-tangan kreatif masyarakat DIY.

Kiblat keindahan alam yang awalnya hanya bermuara di Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul kini sudah mulai menyebar. Beribu lukisan alam karya Sang Maha Pencipta dengan kesempurnaan keindahan kini sudah bisa dinikmati di seantero DIY. Tak hanya Bantul, Sleman ataupun Gunungkidul, kini keindahan alam juga bisa dinikmati di Kabupaten Kulonprogo.
Belaian sinar matahari menuju peranduan di sore hari sesekali diiringi dengan nyanyian angin sepoi-sepoi dari Samudera Hindia menyisir setiap bulu kudu menciptakan suasana syahdu. Lukisan alam semesta semburat kuning dan jingga bertemu dengan birunya langit dan laut Selatan Kulonprogo menambah rasa tenang di hati.
Suasana sejuk sudah menyambut ketika masuk area menuju ke Hutan Mangrove di Kulonprogo. Tiga hutan mangrove akan menyambut wisatawan yang ingin menikmati pantai dalam suasana yang berbeda. Hutan Mangrove Pasir Kadilangu,  Hutan Mangrove Jembatan Siapi-api dan hutan Mangrove Pasir Mendit siap menyambut wisatawan.
Hutan Mangrove yang berada di perbatasan antara Kulonprogo ini memang bisa menjadi referensi untuk berlibur bersama keluarga ataupun orang-orang tercinta. Spot selfie yang cukup banyak dan bisa digunakan secara free ini memberikan moment tak terlupakan bisa tertuang dalam memori gadget ataupun kamera digital masing-masing.
Meski masih dalam satu kawasan namun Hutan Mangrove tersebut terbagi menjadi tiga karena kelompok masyarakat yang mengelolanya juga berbeda. Namun demikian tak pernah ada gejolak di antara ketiga pengelola tersebut, tak ada rebutan pengunjung karena semuanya berjalan selaras.
Ketua Pengelola Wisata Hutan Mangrove Pasir Kadilangu, Suparyono mengatakan, Hutan Mangrove Pasir Kadilangu berada di muara sungai Bogowonto. Selain dapat menikmati rerimbunan hutan Mangrove, pengunjung juga bisa menikmati wahana perahu jungkung milik para nelayan. Dengan perahu ini, nelayan diajak menyusuri hutan bakau sekaligus juga muara sungai Bogowonto.
“Belasan spot selfi bisa dinikmati oleh pengunjung,”tuturnya
Spot selfi tersebut di antaranya adalah kerang mutiara, jembatan yang membentuk sebuah menara. Untuk menyusuri setiap sudut hutan Mangrove pengunjung tidak perlu khawatir akan terkena air. Sebab pengelola sudah membuat jalan di atas air dengan menggunakan papan.
Spot Selfie di Hutan Mangrove Pasir Kadilangu
Spot selfi Menara Eiffel yang tebuat dari Bambu serta Tokyo Tower bisa dicoba karena sangat instagenik. Ayunan kepompong, rumah pohon, jembatan tempo dulu hingga jembatan cinta bisa dinikmati untuk berswafoto. Jika beruntung, akan nampak semakin instagenik dengan cahaya senja di pantai tersebut.
“Tiket masuknya hanya Rp 5.000 perorang sudah termasuk parkir. Kalau ingin menikmati perahu tiketnya Rp 10.000 perorang,”ujarnya.
Usai puas bereksplorasi belasan spot selfi, pengunjung bisa menikmati kuliner khas Kulonprogo. Di samping itu, makanan olahan hasil laut juga bisa dirasakan dengan berbagai ramuan bumbu mulai dari asam, manis dan pedas. Oleh-oleh Geblek, Geblek renteng ataupun gula merah asli Kulonprogo bisa dibawa sebagai buah tangan untuk orang-orang tercinta.
Hutan Mangrove sebenarnya merupakan sebuah upaya dari masyarakat sekitar untuk mengantisipasi serangan abrasi dari laut selatan. Ombak di kawasan pantai selatan DIY menang dikenal ganas dan memiliki daya abrasi cukup kuat. (Ing)
Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Close