FeaturedHotel & ResortKota JogjaNews

Pemkot Yogyakarta Cabut Moratorium Pendirian Hotel

Peluang Membuka Guest House dan Homestay untuk Pariwisata Yogyakarta

Pemerintah Kota Yogyakarta kembali mengijinkan pendirian hotel di wilayah mereka. Setelah 5 tahun pemerintah kota Yogyakarta melakukan moratorium pemberian ijin pendirian hotel, akhirnya di awal tahun 2019 ini, mereka membuat kebijakan baru.

Pemerintah kota Yogyakarta akhirnya membuka kembali kran pengajuan ijin untuk pendirian hotel. Dibukanya kran pemberian ijin pendirian hotel ini membuka kesempatan kepada para investor yang ingin mendirikan hotel di wilayah Kotamadya Yogyakarta.

Menandai penghentian moratorium pendirian hotel tersebut,  Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mengeluarkan Peraturan Walikota (Perwal) nomor 85 Tahun 2018 tentang ijin pendirian hotel. Perwal tersebut telah ditandatangani oleh Haryadi Suyuti pada tanggal 31 Desember 2018 lalu.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, sejak tahun 2013 yang lalu Pemerintah Kota menghentikan pemberian ijin pendirian hotel di wilayah mereka. Moratorium tersebut dilakukan oleh pemerintah Kota Yogyakarta untuk mengendalikan jumlah hotel di wilayah ini. Di samping juga untuk menjaga iklim bisnis perhotelan itu sendiri.

“Moratorium tersebut dilaksanakan merujuk pada Perwali yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 kemarin. Dan untuk mengisi kekosongan hukum, maka kita keluarkan Perwal yang baru tentang ijin pendirian hotel tersebut,”tutur Heroe kepada awak media, Rabu (2/1/2019).

Adanya Perwal nomor 85 tahun 2018 tersebut, maka pemerintah kota akan kembali mengeluarkan ijin pendirian hotel. Hanya saja,  tidak semua jenis hotel bisa diberikan ijin. Sebab, ijin pendirian hotel yang mereka berikan hanya terbatas.

Pihaknya hanya akan memberikan ijin kepada investor yang ingin mendirikan hotel bintang 4 ataupun bintang 5. Selain itu juga ijin akan diberikan kepada masyarakat yang ingin mendirikan homestay ataupun guest house.

“Sementara untuk bintang 1, 2 dan 3, kami tetap tidak akan memberikan ijin. Jadi meskipun kita buka, tetapi tetap saja ada batasannya,”tambah Heroe.

Baca Juga :  Serah Jabatan GM Platinum Adisucipto Hotel & Conference Center Yogyakarta

Heroe beralasan, pemberian ijin sebatas hanya untuk bintang 4 dan 5 tersebut juga sebenarnya menjadi strategi dari pemerintah Kota Yogyakarta untuk mengerem pendirian hotel di Yogyakarta. Sebab untuk mendirikan hotel bintang 4 dan bintang 5, perlu ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi.

Untuk mendirikan hotel bintang 4 ataupun 5, investor harus membutuhkan lahan cukup luas. Sementara di Kota Yogyakarta, lahan yang cukup luas sudah tidak ada lagi, ketika adapun harganya sudah selangit. Sehingga kemungkinan besar banyak investor yang tidak mampu lagi mendirikan hotel bintang 4 dan bintang 5 di Kota Yogyakarta.

Selain itu, hotel yang dibangun nanti juga harus menggunakan sumber air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan tidak boleh menggunakan sumber air dari sumur dalam. Alasannya karena pemerintah DIY sudah tidak lagi mengeluarkan ijin penggunaan sumur dalam.

“Ini memang strategi kami untuk mengurangi jumlah investor yang ingin mendirikan hotel di Kota Yogyakarta, “tambahnya.

Heroe menambahkan, ijin juga akan dikeluarkan untuk masyarakat yang ingin mendirikan guest house dan homestay. Sebab, pihaknya ingin mendorong kepada masyarakat untuk bisa menikmati kue industri pariwisata yang berkembang pesat di wilayah ini.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Istijab Danunegoro mengaku lega dengan dibukanya kembali kran pemberian ijin pendirian hotel. Sebab, rekan-rekan sejawatnya telah menunggu-nunggu keputusan dari pemerintah terkait dengan ijin mendirikan hotel di Kota Yogyakarta.

Terkait dengan pemberian ijin hanya untuk hotel bintang 4 dan 5, Istijab menyambut baik hal tersebut. Karena secara otomatis akan menyeleksi calon investor yang benar-benar berniat untuk mendirikan hotel di Yogyakarta. Persaingan hotel bintang 4 dan 5 memang belum begitu ketat.

“Saya kira itu bagus untuk mendukung iklim bisnis perhotelan di Kota Yogyakarta,”tambahnya. (Ing)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Close