FeaturedGunungkidulKulinerRekomendasiTips & Advices

Nikmatnya Makan Nasi “Brekat Dalem” Di Tengah Sawah

Sajian Khas Kampung Emas Plumbungan, Putat Patuk Gunungkidul

Anda mungkin belum pernah merasakan makan makanan tradisional di tengah sawah, benar-benar di tengah sawah. Tetapi di Kampung Emas Plumbungan, Putat Patuk Gunungkidul, semua itu dapat wisatawan nikmati.

Sego berkat, menu utama kenduri  yang selalu disajikan saat orang-orang Jawa ketika memiliki hajatan saat ini mungkin hanya ditemukan di pelosok-pelosok desa. Di kota ataupun pinggiran kini tak lagi ditemui, karena kini sebagian besar kenduri menyajikan menu mentah yang terdiri dari mi instant, gula pasir, telur, beras yang belum di masak serta sedikit nasi gurih.

Di Kampung Emas Plumbungan, Putat, Patuk, Gunungkidul sego berkat justru menjadi andalan untuk menarik wisatawan. Menu sego berkat yang terdiri dari nasi gurih, berbagai rempah mulai kedelai goreng, potongan-potongan kecil kubis, kacang goreng serta peyek yang diremuk. Sego berkat ini sangat cocok disajikan karena berkolaborasi dengan ingkung Jawa.

Menu ingkung Jawa yang disajikan dengan sego berkat tersebut lantas mereka namakan ‘Brekat Dalem’ sebutan yang berawal dari sego-nasi berkat (brekat) kami (dalem). Menu ini sangat cocok dinikmati karena ada minuman pendamping, wedang serai dan wedang plumbungan (minuman khas yang diciptakan oleh masyarakat setempat).

Kepala Dukuh Plumbungan, Sulistyo mengungkapkan, menu tersebut kini memang menjadi sebuah suguhan yang sangat diminati oleh wisatawan. Wisatawan dari berbagai wilayah mulai dari Jakarta hingga Jawa Timur sudah mulai berdatangan memesan makanan khas tradisional tersebut.

“Sejak 2 bulan lalu kami perkenalkan sebagai Kampung Emas. Hampir setiap akhir pekan sudah mulai hadir,”tuturnya.

Untuk dapat menikmatinya, pengunjung tidak perlu merogoh kocek yang dalam. Karena satu paket Brekat Dalem hanya dihargai Rp 165.000. Makanan tersebut sudah satu paket dengan minuman serta cocok dinikmati untuk 5 atau 6 orang.

Baca Juga :  Gumuk Pasir Parangkusumo Penguji Adrenalin dengan banyak "Rahasia"

Ketua Karangtaruna Bhakti Muda, Andri menambahkan, selain menu utama yang menjadi daya tarik, suasana kampung Emas Plumbungan yang sangat eksotis berupa persawahan teras sering menjadi pemikat lainnya. Warga setempat sengaja mengemas suguhan mereka untuk dinikmati di tengah sawah.

“Kami sengaja menawarkan hamparan sawah untuk dinikmati oleh wisatawan. Karenanya kami menjadikan dusun ini sebagai desa wisata khusus pertanian,”terangnya.

Gubuk-gubuk milik petani yang biasa dimanfaatkan untuk berteduk ketika istirahat kini mereka sulap menjadi tempat makan yang menyenangkan. Hamparan padi  selalu menemani wisatawan menikmati menu Brekat Dalem tersebut karena di dusun ini tidak pernah kekurangan air. Meski di daerah pegunungan, namun jangan salah karena produktifitas padi bisa 3 hingga 4 kali panen dalam setahun.

Kontur tanah yang berundak teras sering membuat suasana wisatawan kembali tentram setelah pening dipadati aktivitas keseharian mereka. Hembusan angin pegunungan yang sepoi-sepoi serta sejuknya hawa di kawasan tersebut membuat semakin betah berlama-lama menikmatinya.(Ing)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Close