BantulDestinationsFeaturedRekomendasiTips & AdvicesWisata Alam

Sensasi Sandboarding di Parangkusumo

Wisata "Sahara" di Yogyakarta

Gumuk Pasir Parangkusumo, Gurun Sahara kecil yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta tepatnya di Pantai Parangkusumo, sebelah barat Pantai Parangtritis Kecamatan Kretek Kabupaten Bantul Yogyakarta. Gumuk pasir ini bisa menjadi destinasi wisata yang menarik di kawasan Pantai Selatan Bantul.

Hamparan pegunungan dan lembah pasir pantai nampak indah jika dilihat dari kejauhan. Dan jika didekati maka catatan besar anugerah ciptaan Sang Maha Pencipta mampu terpapar nyata di hadapan mata. Hamparan pasir yang tiada air ini ternyata juga mampu ditumbuhi pepohonan perindang.

Beberapa aktivitas sering dijumpai di area Gumuk Pasir ini. Spot-spot Gumuk pasir di Pantai  Parangkusumo ini mampu mejadi lokasi yang bagus untuk membuat foto prewedding. Bahkan, sangat sering jalan yang melewati Gumuk Pasir Parangkusumo antara Pantai Parangkusumo menuju Pantai Depok menjadi lokasi syuting film ataupun FTV.

Ada aktivitas lain yang bisa ditawarkan oleh pengelola Gumuk Pasir bagi mereka yang suka memacu adrenalin. Aktivitas tersebut adalah berseluncur dari atas bukit pasir menuju ke lembah dengan menggunakan sebuah papan. Warga sekitar sering menyebut aktivitas tersebut dengan sebutan Sandboarding.

Berdiri atau duduk di atas sebuah papan berukuran 20×50 cm lalu meluncur menyusuri bukit pasir menjadi santapan tersendiri bagi wisatawan. Liukan bukit pasir serta hembusan angin pantai mampu mengoyak rasa penasaran wisatawan yang ingin mencoba. Meskipun mampu memacu adrenalin, namun aktivitas Sandboarding sama sekali tidak berbahaya.

Untuk menuju Gumuk Pasir Parangkusumo wisatawan memang menempuh jarak yang cukup jauh, sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta. Wisatawan harus berjuang menembus padatnya lalulintas tengah kota Yogyakarta menuju selatan menyusuri jalan Parangtritis. Namun tak perlu khawatir, jalan Parangtritis merupakan salah satu jalan menuju obyek wisata yang sangat mulus dan lebar.

“Jalan Parangtritis itu jalannya lurus dan landai, tak ada kelokan,”tutur Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto.

Dari arah Kota Yogyakarta, wisatawan bisa memacu kendaraannya dengan kecepatan 60 – 80 km/jam. Wisatawan akan sampai ke Gumuk Pasir sekitar 30-45 menit kemudian jika kondisi arus lalu lintas tengah lancar. Sesampai di gerbang pintu masuk Pantai Parangtritis, wisatawan tinggal belok ke kanan karena Gumuk pasir tersebut hanya sekitar 200-300 meter dari jalan Parangtritis.

Operator yang menyewakan papan Sandboarding, Agus mengungkapkan, bagi wisatawan yang ingin menikmati sensasi pacu adrenalin maka bisa menyewa secara khusus papan sandboarding. Harga sewanya sendiri adalah Rp 150.000 untuk satu papan sandboarding, dan bisa digunakan untuk sepuasnya sampai capek.

“Biasanya hanya beberapa kali meluncur wisatawan sudah capek,”ujarnya.

Ada dua gundukan pasir yang cukup tinggi bisa digunakan oleh wisatawan untuk berseluncur. Jika baru pertama kali mencoba, wisatawan memang disarankan untuk memilih sesuai kemampuan, yaitu yang tertinggi kedua dengan sisi satunya yang lebih rendah. Sementara jika sudah mahir, maka bisa menggunakan gundukan pasir yang lebih tinggi.

Agus juga menambahkan, sebelum digunakan berseluncur papan seluncur harus diolesi dengan wax terlebih dahulu, tujuannya agar lebih lancer meluncur. Selain memakai wax, biasanya orang sekitar gumuk pasir biasa menggunakan lilin yang digesekkan ke bagian bawah papan.

“Fungsinya sih kurang lebih sama, hanya saja kalau lilin harganya lebih murah,”paparnya.

Huda, salah seorang wisatawan asal Semarang mengaku awalnya memang sangat tertantang untuk melakukan Sandboarding, bahkan karena penasaran awalnya ia ingin melakukannya sepanjang hari. Namun sayangnya karena jarang olahraga ia hanya mampu meluncur 4-5 kali dan terpaksa harus istirahat.

“Baru sebentar saja sudah capek, jadi lebih baik satu papan sandboarding digunakan berdua secara bergantian,”ujar Huda. (Ing)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Close