DestinationsGunungkidulMinat KhususNewsRekomendasiTips & AdvicesTourWisata Budaya dan Sejarah

Yuk Belajar Batik Kayu di Bobung

Desa Wisata Bobung, Di Tengah Hamparan Sawah Pegunungan

 Ingin menghilangkan penat sembari belajar tradisi serta kerajinan batik kayu, tidak ada salahnya jika minggu ini berlibur ke Desa Wisata Bobung. Sebuah kawasan pegunungan asri yang dikenal sebagai sentra penghasil kerajinan batik kayu dari Gunungkidul.

Secara administratif, Desa Bobung masuk di Kabupaten Gunung Kidul, tepatnya di dusun Bobung, desa Putat, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul. Desa ini berada di 1,5 km dari pinggir jalan utama Jogja Wonosari, sehingga tidak sulit untuk akses ke tempat ini.

Sebelum masuk ke desa ini, anda akan disambut dengan hamparan terasering persawahan dari dusun sebelahnya, Dusun Plumbungan. Pemandangan begitu asri dengan semilir angin yang menemani hamparan hijau pegunungan membuat pengunjung akan semakin terpuaskan.

“Jika ingin berkunjung ke sini bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun umum. Kendaraan umum yang melintas sangat banyak di jalan ini anda tinggal memilih saja angkutan yang menuju ke arah kota Wonosari dari Terminal Giwangan ataupun perempatan ringroad Jalan Wonosari,” ungkap Kepala Dusun Bobung, Kemiran.

Di dusun ini, mata pencaharian umumnya penduduk adalah merupakan bertani, namun seiring perkembangan kerajinan batik yang mereka geluti yang tadinya sebagai hasil sampingan justru sangat menjanjikan maka lambat laun mata pencaharian mereka beralih dan bahkan bertani saat ini justru yang sebagai sampingannya.

Desa Bobung dicanangkan sebagai desa wisata sejak tahun 2000, pembuatan kerajinan di desa ini semakin meningkat, bahkan sering ada wisatawan yang melihat langsung pembuatan berbagai macam kerajinan yang berbahan kayu tersebut.

Dan hampir semua penduduk mahir dalam pembuatan kerajinan dari anak anak sampai dengan yang dewasa. Kegiatan mengembangkan kerajinan topeng batik kayu ini sudah dimulai sejak tahun 1980-an dan terus dikembangkan yang akhirnya dapat dikenal hingga mancanegara.

Baca Juga :  Bandara YIA Diharapkan Dongkrak Jumlah Wisman ke Borobudur Hingga Capai Satu Juta

“Awal kerajinan topeng kayu ini hanyalah untuk menjawab kebutuhan akan seni tari topeng panji yang berkembang di desa ini sejak tahun 1960-an. Selain untuk pementasan, topeng topeng ini juga dijual keluar desa oleh paguyuban Tari topeng panji ini sebagai pembuat dan memproduksi pertama kalinya,” terangnya.

Memang, awalnya belum disukai pasar namun lama kelamaan penggemar topeng kayu motif batik dari desa ini semakin digemari. Karena bentuknya khas dan penggambarannya mirip dengan tokoh wayang purwa yakni matanya yang tertarik keatas dengan hidung lancip serta motif batik yang mendasari topeng semakin menambah keindahan dan keunikan kerajinan tersebut.

Di desa ini terdapat 8 kelompok kerja perajin, para wisatawan dapat berkunjung ke salah satu pokja ini untuk bisa melihat dari dekat proses pembuatan topeng batik kayu dan beragam kerajinan berbahan utama dari kayu tersebut, sambutan ramah akan langsung pengunjung terima ketika akan berkunjung ke tempat produksi mereka bahkan mereka tidak keberatan jika pengunjung meminta untuk mengajari pembuatan kerajinan tersebut.

“Suasana keakraban ini dapat semakin anda rasakan jika menginap di sini. Selain belajar topeng, anda juga belajar tradisi budaya warga sini. Kearifan lokal akan sangat terasa,” tambahnya.

Sekarang, Desa ini sudah mampu berkembang dengan baik dan model kerajinan pun tidak sebatas topeng  klasik saja namun sudah berbagai macam bentuk dan model. Namun demikian semua merupakan buatan tangan bukan mesin, walaupun produksinya sudah mencapai ribuan. 240 perajin akan memanjakan pengunjung, dari sisi kearifan lokal hingga kerajinan peninggalan budaya jaman dahulu. (Ing)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Close