BantulFeaturedGunungkidulKota JogjaKulonprogoNewsTips & AdvicesTravel Guide

Sultan Hamengkubuwono X: Liburan, momen berkumpul keluarga

Masyarakat DIY harus bersikap jujur dalam memberikan pelayanan terhadap wisatawan

Libur Natal dan Tahun Baru menjadi sesuatu yang spesial bagi masyarakat. Berkaitan dengan liburan Natal dan Tahun Baru tersebut diperkirakan ribuan hingga ratusan ribu wisatawan akan datang ke Yogyakarta.

Sejumlah event untuk memeriahkan liburan Natal dan Tahun Baru tersebut.

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X berpesan kepada masyarakat agar moment liburan kali ini dimanfaatkan untuk berkumpul dengan keluarga. Jangan sampai karena alasan kesibukan pekerjaan, moment liburan ini akan terlewati. Bercengkerama dengan anak-anak menjadi moment spesial untuk mendekatkan diri dengan keluarga.

“Keluarga menjadi benteng utama untuk mengendalikan anak-anak dari pengaruh pergaulan,”ujarnya.

Oleh karena itu, Sultan menghimbau kepada warga yang bertamasya untuk berhati-hati. Jika bertamasya ke pantai maka jangan mandi di laut. Bagi yang bertamasya ke Gunung, Sultan meminta agar menaati berbagai papan larangan yang telah terpasang. Agar dengan menaati apa yang menjadi himbauan pemerintah, maka liburan akan berkesan

Seperti biasa, pemerintah DIY telah melakukan persiapan termasuk jalur yang akan dilewati, skenario lalu lintas hingga persiapan lainnya. Sejumlah event telah disiapkan oleh pemerintah DIY dan masyarakat untuk memeriahkan perayaan Natal dan Tahun Baru.

Bagi masyarakat DIY, Raja Keraton Yogyakarta ini menghimbau kepada masyarakat DIY jika memang merupakan pelayan pariwisata bagaimana memiliki sikap yang baik. Dalam arti memang sudah menjadi pilihan profesi melayani wisatawan. Hanya saja Sultan berpesan agar mereka tidak macam-macam.

Menurut Sultan, masyarakat Jogjakarta harus bersikap jujur dalam memberikan pelayanan terhadap wisatawan yang datang ke wilayah ini. Tak hanya wisatawan asing, wisatawan domestik juga harus tetap mendapatkan pelayanan maksimal. Hanya saja, Sultan meminta agar wisatawan asing juga jangan diberlakukan berlebihan.

“Jangankan orang asing, kita juga kalau diapusi akan marah. Makanya jangan menipu dan bersikaplah jujur,”tuturnya.

Baca Juga :  Ini Tempat Ngopi Yang Tersembunyi

Bagi Sultan, melayani siapapun baik wisatawan asing ataupun wisatawan domestik harus proporsional tidak perlu berlebihan. Ia juga berharap kepada pengemudi angkutan baik angkutan khusus wisatawan ataupun angkutan umum seperti taksi agar tidak menipu wisatawan dengan membuat jalur lebih jauh ke tujuan tertentu sehingga wisatawan bayarnya lebih besar.

Kepada para pedagang makanan, Sultan juga memerintahkan agar memasang tarif yang wajar saja untuk makanan yang mereka jual. Jika nanti masih ada pedagang makanan yang mematok harga berlebihan, menurut Sultan hal tersebut sudah tergolong keterlaluan. Terlebih di tahun sebelumnya sudah ada pedagang yang ditindak tegas oleh pemerintah DIY karena memberlakukan tarif yang berlebihan.

Sementara terkait, tarif parkir yang juga sering dikeluhkan oleh wisatawan, Sultan menanggapinya dengan tarif. Bagi Sultan, tariff parkir sebenarnya adalah relatif dalam penerapannya. Oleh karena itu, Sultan sebenarnya telah mengusulkan agar bus-bus besar tidak masuk ke Kota Yogyakarta dan parkir di parking end di pinggiran kota. Pemerintah bisa membuat tempat parkir representatif di perbatasan antara kota Yogyakarta dengan kabupaten penyangga. Menggunakan tanah kas desa, seperti di belakang hotel depan JEC yang luasnya sekitar 5 hektare, area parkir bisa dibangun dengan representatif. Dan untuk menuju ke obyek wisata di dalam kota bisa dengan menggunakan kendaraan odong-odong yang dimodifikasi dengan baik.(Ing)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Close