Kota JogjaMinat KhususNewsPromoTravel GuideUncategorizedWisata Budaya dan Sejarah

Pasar Keroncong Akan Digelar Di Kawasan Heritage Kotagede

Pesta pecinta musik keroncong, Pasar Keroncong akan kembali digelar di kota Heritage Yogyakarta, Kota Gede, Sabtu-Minggu (14-15/12). Tiga panggung dan belasan group orkestra keroncong akan menghibur penonton dengan mengambil latar belakang Pasar Kotagede.

Keroncong ini memang untuk menyatukan kembali ‘perbedaan’ dalam iklim politik yang tengah memanas. 14 group keroncong dari berbagai daerah akan berusaha menyatukan perbedaan mereka dalam satu nafas, keroncong.

14 group keroncong seperti Kos Atos dari Malang, Pecas Ndahe dari Solo, SD Muhammadiyah Kleco Kotagede feat Subarjo HS, Keroncong Agawe Santosa, OK Dewa Dewi, OK Kidung Etnosia, Violet Keroncong dari UNJ,OK Sorlem, OK Kidung Etnosia, OK Sinar Nada, OK Jenak Semanak, OK Depsko, OK Pelipur Lara dan Komunitas Keroncong Nusantara akan menghibur pengunjung.

Penggagas Pasar Keroncong Kotagede, M Natsir mengatakan, hajatan pasar Keroncong ini sebagai upaya untuk melestarikan musik keroncong yang kini mulai banyak ditinggalkan. Kehadiran musik dangdut dan juga balutan musik modern diakui memang telah membuat musik keroncong kian terpinggirkan.

“Nasib seniman keroncong mulai terpinggirkan. Upaya regenerasi musik keroncong seolah terhenti karena tidak ada pementasan keroncong secara reguler dilakukan,”tuturnya.

Keprihatinan terhadap musik keroncong memang cukup beralasan. Di Kota Gede misalnya dulu ada beberapa group musik keroncong yang eksis menghibur penonton bahkan ada salah satu group yang cukup terkenal sehingga sering dipanggil mengisi acara di radio ataupun televisi.
Kini, pihaknya berupaya kembali menghidupkan musik keroncong di kawasam Heritage Kotagede. Dengan memberikan panggung pementasan, maka diharapkan akan semakin banyak generasi muda yang mengenal dan mencintai musik keroncong sebagai salah satu pendukung kebudayaan di
tanah air.

“Kami juga berharap agar keroncong ini juga menjadi ikon baru di Kotagede sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan,”ucapnya.

Tiga panggung di antaranya Panggung Lorring Pasar Kotagede, Panggung Sopingen dan Panggung Kajengan di Kampung Trunojayan akan semakin lengkap dengan suhuhan berbagai kuliner tempo dulu yang kini masih bisa dijumpai di seputaran pasar Kotagede.

Sekretaris Dinas Pariwisata DIY, Rose Soetikno berharap agar Pasar Keroncong ini mampu masuk dalam kalender event internasional. Sebab, meskipun termasuk salah satu destinasi terkemuka di tanah air ternyata jumlah event yang masuk dalam kalender internasional masih minim.
“Saya harap Pasar Keroncong nanti bisa sejajar dengan Jogja Customfest ataupun Jogjajazz,”harapnya

Kini, pihaknya berupaya kembali menghidupkan musik keroncong di kawasan Heritage Kotagede. Dengan memberikan panggung pementasan, maka diharapkan akan semakin banyak generasi muda yang mengenal dan mencintai musik keroncong sebagai salah satu pendukung kebudayaan di tanah air.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Close