DestinationsGunungkidulMinat KhususWisata Alam

Menghunjam Telaga Cinta Di Goa Ngingrong Gunungkidul

Gunungkidul terus bersolek menyambut kehadiran bandara baru, New Yogyakarta International Airport. Berbagai potensi alam yang awalnya tak tergarap dengan maksimal kini coba dibenahi oleh pemerintah Gunungkidul dengan menggandeng masyarakat sekitar atau sering disebut pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.

Salah satu destinasi yang kini tengah digenjot oleh pemerintah daerah adalah Goa Ngingrong. Goa Ngingrong, sebuah destinasi wisata gua vertical yang ada di Jalan Baron-Mulo Km 6. Keberadaan Goa Ngingrong sebenarnya sudah ada sejak jaman dahulu sebelum industri pariwisata yang booming sekarang ini.

Hanya saja, dalam satu dasawarsa yang lalu, Goa Ngingrong ini dibiarkan begitu saja sesuai dengan kondisi sebenarnya. Sebuah Goa yang berada di lembang vertikal dengan kedalaman lebih dari 70 meter ke dalam tanah. Untuk menggapai mulut goa memang membutuhkan energy yang cukup besar.

Karena selain harus menuruni anak tangga alami yang biasa digunakan oleh penduduk sekitar untuk menggapai kawasan mulut gua dengan jumlah anak tangga dan juga ketinggian cukup lumayan, cara melakukan replying atau turun menggunakan peralatan memanjat juga bisa dilakukan.

Kini, masyarakat sekitar sudah mulai menyadari potensi terpendam dari Goa Ngingrong tersebut. Perlahan-lahan, melalui bantuan dari Dinas Pariwisata, kawasan Goa Ngingrong sudah banyak berubah tak seperti dahulu lagi. Dua peralatan penunjang seperti flying fox dan wahana repling untuk turun ke dasar jurang telah disediakan oleh pengelola.

Berwisata ke Goa Ngingrong memang harus merasakan sensasi ‘terbang’ menggunakan flying fox. Dengan ketinggian sekitar 70 meter dari dasar jurang, pengunjung akan merasakan sensasi menyeberangi jurang yang sangat curam dengan jarak antara ujung yang satu dengan ujung yang lain mencapai 150 meter lebih.

Baca Juga :  Museum Ullen Sentalu bukan Museum Membosankan !

“Ini merupakan yang terdalam di antara flying fox yang ada di DIY. Sensansinya luar biasa, tetapi tetap aman,”tutur Pengelola Goa Ngingrong, Oktianus.

Untuk dapat menikmati sensasi terbang di atas jurang yang sangat dalam tersebut pengunjung cukup membayar Rp 35 ribu. Cukup terjangkau untuk kantong para wisatawan. Di sekeliling Goa Ngingrong kini telah dilengkapi dengan track jogging dan juga track untuk digunakan motor ATP, dan untuk menikmati motor roda empat selama 15 menit, pengunjung cukup membayar Rp 35 ribu.

Spot selfi di tempat ini juga cukup banyak, karena dari sekeliling tempat ini bisa digunakan sebagai tempat selfi. Namun ada sudut yang sangat menarik untuk digunakan sebagai spot selfi. Karena di salah satu tebing yang curam ada lukisan alam yang terbentuk dari aliranair, di mana lukisan tersebut membentuk lafad Alloh.

Untuk mencapai Goa Ngingrong sebenarnya sangatlah mudah, karena tepat berada di pinggir jalan Jogja-Baron melalui Kecamatan Tepus. Jika menggunakan mobil pribadi, untuk parkir pengunjung hanya membayar Rp 5.000 sekali parkir. Jikapun tidak ada, bisa menggunakan kendaraan umum seperti bus.

Jika wisatawan menginjakkan kaki di area Goa Ngingrong, maka yang terlihat sebenarnya adalah sebuah lembah karst yang cukup besar karena diameternya bisa mencapai 500 meter lebih. Jurangnyapun sangat dalam dan cukup curam sehingga sangat sulit untuk menjangkau ke dasar jurang di mana Goa tersebut berada.

Di lembah tersebut terdapat pemandangan yang elok bisa dijumpai, batu berjajar diselingi dengan tanaman-tanaman yang diberdayakan oleh petani membuat pemandangan kawasan Goa Ngingrong semakin asri untuk dilihat. Sejauh memandang, wisatawan juga akan disuguhi pemandangan bukit-bukit dengan hutan jati.

Baca Juga :  Museum Ullen Sentalu bukan Museum Membosankan !

Goa Ngingrong memiliki dua mulut goa yakni di sisi timur dan sisi barat. Di mana di sebelah timur terdapat air terjun di dalam goa dan sungai bawah tanah yang konon bermuara di laut selatan. Sumber air bawah tanah tersbeut merupakan sumber kehidupan masyarakat sekitar karena sangat melimpah dan tak pernah kering.

Ketika sudah berada di mulut goa, suasana sangat teduh dan menyegarkan akan menyambut wisatawan. Bunyi aliran air menambah suasana asri tanpa hiruk pikuk kendaraan yang lalu lalang di atasnya. rasa penasaran untuk masuk ke dalam goa terus bertambah hingga akhirnya pengunjung disuguhi tangga menurun terbuat dari batu kapur yang sedikit sulit dilalui.

Saat masuk ke dalamnya, pemandangan stalagtit dan stalagnit menyambut para pengunjung. Semakin dingin karena tetesan rembesan air bisa di jumpai di sepanjang gua dengan panjang sekitar 200 meter tersebut. Di dalamnya ada danau yang oleh masyarakat sekitar dinamakan Telaga Cinta Abadi.

“Jika meminum air Telaga Cinta tersebut maka akan mendapat cinta yangabadi,”paparnya.

Lembah Ngingrong sendiri merupakann salah satu dari 13 GeositeGunungsewu Unesco Global Geopar yang ada di Gunungkidul. Selain flying fox dan rafling, pengunjung juga bisa menikmati keindahan stalagtit dan stalagnit dengan cara menyusuri gua telaga bawah tanah. untuk goa horizontal, tarif yang dikenakan Rp 200 ribu untuk empat orang, dan susur gua telaga bawah tanah sebesar Rp 1,5 juta untuk tiga orang.

(Ing)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Close