DestinationsGunungkidul

Grojokan Lepo, Surga Kecil Tersembunyi Di Desa Dlingo

Popularitas obyek wisata di Kabupaten Bantul dalam beberapa dekade memang masih didominasi oleh wisata pantai, seperti Pantai Parangtritis, Pantai Depok ataupun Pantai Gua Cemara ataupun Pantai Samas menjadi nama-nama pantai yang masih menjadi tujuan wisatawan untuk berlibur di kota Geplak ini.

Namun dalam tiga tahun terakhir, kiblat wisata Kabupaten Bantul telah bergeser dari Pantai menuju ke kawasan perbukitan. Tepatnya di sepanjang bukit Kecamatan Dlingo kini bermunculan obyek-obyek wisata baru yang siap memanjakan wisatawan ketika berlibur ke wilayah ini.

Di balik ketenaran pantai-pantai di Bantul, sesungguhnya alam di Bantul menyimpan berjuta potensi eksotisme pemandangan yang bisa dijadikan wisata andalan waktu-waktu mendatang. Salah satu yang belum banyak yang mengetahui adalah pesona Grojokan Lepo yang berada di Dusun Pokoh Kelurahan Dlingo.

Air terjun yang masih letaknya sangat tersembunyi jauh dari pemukiman sehingga nyaman untuk dikunjungi oleh wisatawan. Tak hanya itu, Grojokan Lepo sesungguhnya menawarkan sensasi menikmati air pegunungan yang menawan. Untuk menjangkau ke sana kini tidaklah sulit, sebab akses jalan menuju ke Desa Dlingo sudah cukup bagus.

“Dengan bus besar bisa parkir di Balai Desa Dlingo, nanti ada kendaraan penjemput dari penduduk setempat. Namun jika menggunakan elf bisa langsung menuju lokasi,”tutur Penggerak Wisata Dlingo, Bahrun Wardoyo.

Di balik gersangnya alam Pegunungan di Kecamatan Dlingo, Grojokan Lepo menjadi salah satu bukti kekuasaan Tuhan. Sepanjang tahun, sekalipun di musim kemarau, air di Grojokan Lepo selalu mengalir. Debit airnya tidak pernah berhenti memberi kesejukan serta berkah bagi warga sekitar baik untuk pengairan ataupun sumber air minum penduduk di sekitar Kali Tengah, saluran air Grojokan tersebut.

Grojokan Lepo sengaja ia ciptakan berdasarkan lokasi air terjun tersebut. Air terjun ini berada beberapa ratus meter dari pemukiman di Ledok Pokoh (Lepo). Saat ini, sama sekali tidak ada wisatawan yang

berkunjung ke tempat tersebut. Hanya warga sekitar yang memanfaatkan aliran sungai untuk pengairan tanaman mereka atau yang biasa datang ke tempat tersebut untuk mandi.

“Lokasinya sedikit tersembunyi, tetapi akses jalan menuju ke sana sudah bagus,”tutur Bahrun.

Eksotisme Grojokan Lepo sudah mulai terasa sejak berkendara ke sana, sekitar dua kilometer berkendara  dari  Kantor Kelurahan Dlingo, kiri kanan jalan corblok terdapat tanaman-tanaman palawija menghampar. Sekitar 10 menit, perjalanan memang harus ditempuh dengan jalan kaki karena dari jalan corblok menuju ke Grojokan Lepo tidak bisa menggunakan sepeda motor.

Tiga ratus meter berjalan kaki menuruni jalan bebatuan, sampailah pada trap pertama Grojokan tersebut. Di ketinggian sekitar 3 meter, Grojokan ini mengalir air yang cukup banyak, kesejukan menyeruak

ketika pengunjung menceburkan diri ke dalam sungai. Tidak begitu dalam, hanya sekitar 60 centimeter hingga 1 meter, pengunjung bisa puas bermain di sungai yang airnya masih murni tidak banyak terkena pencemaran.

20 meter berjalan dari grojokan pertama, ada grojokan yang kedua cukup dalam, sekitar lima meter. Di grojokan kedua ini, pengunjung bisa langsung melonjat ke dasar grojokan karena kedalaman air di dasar grojokannya cukup dalam, sekitar 2 meter. Guyuran air terjun langsung jatuh ke kepala menjadi sensasi tersendiri, rasa capek akibat himpitan rutinitas seketika langsung hilang begitu menikmati air terjun ini.

Pemandangan tekstur sungai yang dipenuhi bebatuan dengan debit air bening yang selalu mengalir menambah rasa nyaman setiap mata memandang. Lekukan batu kars pegunungan membentuk lukisan alam mampu membawa suasana kedamaian, apalagi pohon-pohon jati dan pinus yang menjulang tinggi kokoh menantang langit membuat suasana pikiran semakin tentram.

Selain bisa puas menikmati gemericik air sungai yang masih ‘suci’, pengunjung bisa melakukan outbond. Lokasi grojokan sangat mendukung kegiatan outbond untuk meningkatkan rasa kebersamaan di antara pengunjung. Jembatan goyang akan disiapkan oleh Pemerintah Desa untuk menunjang keberadaan air terjun sebagai lokasi outbond.  Fying Fox antar bukit di atas sungai bisa menambah sensasi uji nyali para penyuka tantangan.

“Kami bermimpi di sini menjadi pusat outbond di Bantul,”tandas Bahrun.(Ing)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Close